WIB
Sumedang, Jawa Barat — Sabtu, 20 Desember 2025
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung secara resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III, IV, V, dan VI PNBP Tahun Anggaran 2025. Kegiatan penutupan diselenggarakan secara virtual/daring dan diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai instansi pusat maupun daerah,
Laporan penyelenggaraan kegiatan disampaikan oleh Neta Siti Mutiawati, S.Sos., M.AP., selaku Asesor SDM Aparatur Ahli Madya, yang menjelaskan bahwa pelaksanaan Pelatihan PKA Angkatan V dan PKP Angkatan III–VI telah berlangsung sejak 19 Agustus hingga 20 Desember 2025 dengan pola blended learning terbatas. Pola ini dirancang untuk memastikan efektivitas pembelajaran sekaligus mendorong partisipasi aktif peserta dalam penguatan kompetensi kepemimpinan.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Dr. Indra Syamsul Arief, S.Kom., M.Si., Kepala PPSDM Regional Bandung. Dalam sambutannya,
beliau menegaskan bahwa esensi utama mengikuti pelatihan kepemimpinan adalah untuk menggugah rasa memiliki dan tanggung jawab dalam memperbaiki kualitas organisasi, daerah, maupun instansi masing-masing melalui inovasi yang berdampak nyata.
Serta menekankan bahwa inovasi yang dihasilkan ASN harus mampu memberikan nilai tambah, prestasi, dan keberlanjutan, bukan sekadar gagasan administratif. ASN dituntut untuk terus berkembang, membangun kekompakan tim yang kolaboratif, serta meninggalkan ego sektoral demi mewujudkan perubahan yang nyata dan peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa seorang pemimpin harus menjadi pemimpin yang melayani, memiliki empati, mampu membangun kolaborasi lintas sektor, serta memahami pola kepemimpinan yang adaptif terhadap dinamika perubahan. Dalam konteks Era Astacita, terdapat agenda prioritas nasional yang perlu mendapat dukungan ASN, antara lain swasembada pangan, transformasi digital pemerintahan, serta penguatan sistem dan metode pengawasan.
“Kami sangat berharap terbangunnya sinergi dan kolaborasi antar kementerian, lembaga, serta pemerintah pusat dan daerah, agar kita mampu menjawab berbagai isu strategis pemerintahan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi pemimpin berarti mampu mendelegasikan tugas, mendengarkan masukan, menerima kritik, serta memastikan bahwa setiap inovasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan dan berkelanjutan. Dimensi kompetensi ASN harus diterapkan secara utuh, meliputi digital intelligence, collaborative intelligence, etika dan nilai ASN BERAKHLAK, orientasi kinerja berbasis hasil, serta kemampuan mengukur dan mengembangkan potensi diri.
Melalui pelatihan ini, PPSDM Regional Bandung berharap para lulusan PKA dan PKP mampu menjadi agen perubahan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing, guna mendukung terwujudnya ASN Unggul menuju Indonesia Emas 2045.
171 orang
180 orang
3 orang
157512 orang