WIB
Senin, 14 Oktober 2024 *PPSDM Kemendagri Regional Bandung Perkuat Pengawasan Daerah melalui Diklat Reviu RKA-SKPD Berbasis SIPD* Bandung - Dalam rangka memperkuat pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan efisien, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menyelenggarakan Diklat Reviu Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Berbasis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) atau e-Reviu. Diklat ini merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang berperan penting dalam mengawasi dan mereviu anggaran di tingkat daerah. Acara yang digelar selama lima hari, dari tanggal 14 hingga 18 Oktober 2024, di Karang Setra Hotel and Cottages, Bandung, ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai daerah. Diklat ini dibagi menjadi dua angkatan, Angkatan III dan Angkatan IV, dengan masing-masing angkatan terdiri dari 35 peserta. Diklat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan peserta dalam melakukan reviu terhadap dokumen perencanaan dan anggaran di daerah mereka, khususnya yang berkaitan dengan RKA-SKPD. Dalam acara pembukaan yang digelar pada Senin, 14 Oktober 2024, Kepala PPSDM Regional Bandung, Indra Maulana Syamsul Arief, menyampaikan pentingnya peran APIP dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien. Menurutnya, APIP harus terlibat dalam setiap tahapan perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran sesuai dengan kebutuhan daerah dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. “Pengawasan yang kuat dan tepat sasaran merupakan fondasi utama dalam pengelolaan keuangan daerah. APIP memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan dikelola dengan baik, transparan, dan akuntabel. Melalui e-Reviu, proses pengawasan akan lebih mudah dan cepat, sehingga mampu mengurangi kesalahan administrasi dan meningkatkan kualitas dokumen perencanaan,” ujar Indra dalam sambutannya. ________ Lanjut di komentar
20 orang
151 orang
3 orang
167284 orang